Sabtu, 17 Desember 2011

Suppo: Satu-satunya Kesalahan Stoner Adalah Mengalahkan Rossi

Livio Suppo, tak diragukan lagi merupakan orang penting di balik kesuksesan Casey Stoner, baik saat di Ducati maupun ketika beralih ke Honda. Suppo juga selalu menjadi orang terdepan untuk membela Casey.
Stoner Suppo 300x199 Suppo: Satu satunya Kesalahan Stoner Adalah Mengalahkan Rossi“Saya sudah berbicara dengan ayah Casey pada tahun 2005. Saya tergila-gila dengan cara ia naik, dan Anda sudah bisa melihat bahwa ia adalah ‘seekor binatang’. Ketika kita tidak bisa mencapai kesepakatan ekonomi dengan Gibernau, Domenicali dan saya berkata: ‘mari kita coba anak itu’. Casey baru saja menjalani musim rookie dengan tim Lucio Cecchinello. Ia menunjukkan kemampuan luar biasa: ia melewatkan test musim dingin karena cedera bahu, tapi ia masih finish di urutan keenam pada balapan MotoGP pertamanya, start dari pole dan finish kelima di seri kedua dan finish kedua hanya pada race ketiga. Tak ada keraguan
dia adalah bintang. Kali pertama ia di garasi Ducati, di Valencia 2006, ia membawa model Ducati untuk ditandatangani oleh Loris (Capirossi). “Apakah itu untuk seorang teman?” tanya kami. “Tidak, itu untukku,” katanya. Saya tidak akan pernah lupa itu,” kenang Suppo.
Selama musim pertamanya yang menakjubkan dengan Ducati, banyak orang mengatakan kesuksesan Stoner itu berkat dukungan piranti elektronik. Sekarang mereka mengatakan dia menggunakan alat bantu elektronik lebih sedikit dari yang lain.
“Ketika mereka mengatakan ia menang karena elektronik, atau ban, atau mesin … hanya ada satu kesalahan yang dia lakukan: mengalahkan Rossi. Pada tahun 2007 ia memenangkan sepuluh race, bahkan pada beberapa track dimana pentingnya (pengaruh power) mesin sangat kecil. Itu adalah tahun dengan berbagai hipotesis untuk membela Valentino, karena tak seorang pun mau menerima seseorang bisa lebih cepat dari dia.”
Tahun 2011 ini Rossi kesulitan menjinakkan Ducati. Dan tentu saja Livio punya pandangan sendiri tentang hal ini.
“Kesan saya adalah, dengan kedatangan Valentino, mereka tidak akan terima, sebagaimana bisa saya katakan, performa normal. Mereka ingin mengalahkan semua orang. Dan itu di luar kemampuan mereka. Saya tidak pernah melihat Ducati membuat banyak perubahan seperti yang mereka lakukan musim ini.”
Sementara untuk rider MotoGP masa depan, salah satu petinggi HRC ini meramalkan akan datang dari negeri Spanyol.
“Semua orang tahu siapa pembalap muda paling menarik saat ini, Spaniard yang memiliki hubungan dekat dengan Repsol: Marc Marquez. Lalu ada Maverick Vinales di 125.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar