Minggu, 27 Mei 2012

Review: MotoGP Prancis

Hujan yang mengguyur sirkuit Le Mans, Prancis saat berlangsungnya race seri keempat MotoGP 2012 telah membalikkan beberapa keadaan yang terjadi sebelumnya. Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Valentino Rossi hingga James Ellison mengalaminya.
Podium Le Mans 20121 300x175 Review: MotoGP Prancis 2012
Lorenzo – Dua seri sebelumnya di Jerez dan Estoril, ia tak berdaya mengejar Stoner. meski mampu membuntuti sepanjang lomba namun tak sekalipun bisa menyalipnya. Hujan di Le Mans sukses membalikkan kondisi ini.
Start dari grid ke-4, Lorenzo langsung menerobos ke depan dan berhasil mengambil alih pimpinan lomba dari tangan pole sitter Dani Pedrosa. Usai race, Jorge mengakui skenario itu memang sudah direncanakannya.
Ia memilih untuk mengambil sedikit resiko di lap pertama untuk bisa menjadi yang terdepan. Baginya, balapan dalam kondisi track basah akan sangat sulit jika harus berdekatan dengan pembalap lain karena resiko kecelakaan akan sangat besar.
Taktiknya kali ini sangat tepat. Rider Yamaha Factory Racing itu sukses meraih kemanangan yang membuatnya kembali ke puncak kelasemen sementara.
Stoner – Kali ini ia mendapat giliran mengejar. Dan keadaan seperti benar-benar terbalik dengan dua seri sebelumnya. Sempat mendekat saat hujan secara intens turun, Casey lalu mulai merosot saat hujan mulai reda dan track agak mengering. Ia kemudian bahkan tidak mampu mempertahankan posisi runner-up dari serangan The Doctor. Sebuah kenang-kenangan indah sebelum ia mengakhiri karirnya di MotoGP.
Hasil ini membuat Stoner semakin terlihat kurang memiliki kemampuan untuk bertahan. Sejak bergabung dengan tim Repsol Honda, ia selalu naik podium (kecuali Jerez tentunya). Dari 20 podium yang diraihnya itu, Stoner hanya sekali finish kedua (Assen 2011). Sisanya, jika tidak menang maka ia ada di podium ketiga.
Polanya hampir sama, ketika Casey tak mampu secara konsisten mempertahankan kecepatannya, ia akan segera diserang oleh pembalap di belakangnya. Tahun 2011 hal itu terjadi di Mugello, Sachsenring dan Misano sedangkan musim ini sudah terjadi di Losail dan Le Mans. Pengecualian hanya terjadi saat seri terakhir 2011 di sirkuit Valencia, dimana setelah disalip Ben Spies, ia berhasil membalas menjelang garis finish.
Rossi – Tak diragukan lagi, dialah orang yang menjadi pusat perhatian di Le Mans. Kesulitan bersaing di baris depan saat track kering, Valentino sangat perkasa saat hujan. Mengawali balapan dari grid ke-7, rider Italia itu sudah langsung berbaur di kelompok terdepan selepas start.
Sukses meninggalkan duet Monster Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow, Rossi kemudian menyergap Stoner. Berhasil. Podium kedua menjadi miliknya. Prestasi terbaiknya bersama Ducati sejauh ini.
Apakah semua itu semata-mata karena track basah?
Jawaban atas pertanyaan ini yang patut ditunggu pada seri-seri berikutnya. Semoga saja ini memang merupakan titik balik The Doctor.
Di jerez, usai sesi kualifikasi, Rossi mengaku bahwa pengalamannya (dengan kru mekanik) selama bertahun-tahun menangani motor dari pabrikan lain ternyata tak berguna saat diaplikasikan pada Ducati. Esok harinya, ia mencoba “mengalah” pada GP12 dengan menerapkan setup dasar Nicky Hayden yang lebih berpengalaman naik Ducati.
Ellison Spies 300x200 Review: MotoGP Prancis 2012Hasilnya, pada lap-lap awal ia mengaku seperti menjalani blind race, tapi kemudian menemukan titik terang di lap-lap akhir. Rossi berangkat dari poin ini dan meraih hasil yang lebih baik di Estoril. Berdasarkan hal ini, mari berharap bahwa penampilan gemilang Rossi di Le Mans memang merupakan tanda bahwa ia telah kembali.
Tentunya sangat indah dilihat jika perang di barisan depan diisi oleh tiga juara dunia MotoGP dari tiga pabrikan yang berbeda.
Ellison – Usai balapan di Estoril, posisinya di tim Paul Bird Motorsport disebut-sebut bakal segera diganti karena ia tak kunjung memberikan hasil yang diinginkan. Tiga seri berlalu, poinnya masih 0. Namun, hujan sekali lagi telah membalikkan keadaan. Ellison finish sebagai rider CRT terdepan. Bukan hanya itu, posisi ke-11 adalah finish terbaik rider CRT sejauh ini.
Dari deretan keadaan yang terbalik itu, masih ada yang konstan di seri Le Mans. Dovizioso dan Crutchlow seperti telah ditakdirkan untuk selalu finish beriringan. Tiga seri sebelumnya posisi ke-4 dan ke-5 selalu menjadi milik mereka. Di Prancis, berhubung keduanya kompalk terjatuh, merka bergeser di urutan ke-7 dan ke-8.
Selain itu, masih ada Karel Abraham yang sekali lagi pulang tanpa poin, sama seperti tiga seri sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar