Hal ini terbukti dari apa yang dilakukan Julian Simon pada seri Moto2 di Le Mans, Prancis. Ia telah memberi arti baru pada frase “mendorong motor hingga limit” dengan aksinya mendorong motor (dalam arti yang sesungguhnya) menuju garis finish saat GP Prancis.
Usahanya itu mungkin hanya menghasilkan penghitungan poin yang rendah (3 poin), tapi tetap merupakan keajaiban atas apresiasi dari penggemar balap yang menyaksikannya. Kerumunan penonton di Prancis sontak bangkit dari kursi mereka dan mungkin banyak yang berdiri dari sofa mereka (yang menonton di TV) untuk memberikan aplaus. Dia membuktikan bahwa dirinya adalah tipe pembalap yang tidak pernah menyerah.
“Saya pikir orang-orang enjoy melihat atlet yang melawan sampai akhir, dan saya senang menjadi bagian dari peristiwa semacam itu. Tapi apa yang saya lakukan adalah reaksi alami. Itu sesuatu yang saya pikir semua pembalap akan lakukan. Kita semua ingin melewati garis finish, bahkan di posisi terakhir, dan itulah apa yang saya pikirkan di Prancis. Saya pikir jika saya turun dari motor dan mendorongnya melintasi garis saya bisa menyelamatkan beberapa poin. Pada akhirnya saya masih berhasil untuk mendapatkan tiga,” tutur Simon dalam sebuah wawancara dengan MotoGP.com.
“Orang-orang bersorak padaku dan senang melihat saya berlari ke garis, dan akan tetap menjadi memori yang besar yang saya tidak ragukan lagi akan ingat selamanya. Bahkan, saya ingin membingkai gambar itu dan menggantungnya di rumah. Meskipun perlombaan bukan hasil yang besar, itu akan mengingatkan saya pada momen itu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar